|
Launching BMT Ikatan Alumni (IKA) Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) mendirikan lembaga keuangan syariah yaitu Baitul Maal wa Tammwil (BMT) Mentor Bisnis Alumni ITS (MBA ITS).
Pendirian BMT IKA ITS menjelang Hari Koperasi ke-61 itu diresmikan pembantu Rektor IV ITS yang mewakili Rektor ITS Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD dihadapan 100 lebih alumni dan pengusaha ITS di Jakarta, Jumat (11/7). "Pendirian lembaga syariah itu diberlatarbelakangi fakta tentang pertumbuhan lembaga keuangan syariah yang mengalami perkembangan cukup signifikan," kata Ketua Dewan Pengawas BMT MBA ITS, Sunaryo Suhadi.
Ia berharap, alumni ITS yang kesulitan pendanaan bagi pengembangan bisnisnya, atau kesulitan untuk menempatkan dananya bagi kepentingan yang
lebih baik dan bermanfaat, bisa mendapatkan tempat. Senada dengan itu, Wasekjen Pengurus Pusat IKA ITS Muhammad Nafik Hadi Ryandono mengatakan pendirian BMT itu cukup mudah dan manajemen-nya juga sederhana. Pendiriannya cukup mudah dengan hanya melalui badan hukum jasa keuangan syariah, sedang manajemen yang diberlakukan pun cukup sederhana, serta itung-hitungan yang tidak mendasarkan pada bunga, melainkan sistem bagi hasil yang adil bagi pemberi pembiayaan maupun penerima pembiayaan," katanya.
Menurut alumni ITS yang pakar Ekonomi Islam dan sekaligus Pengawas BMT itu, pendirian BMT BMA itu diyakini akan menjadi jalan keluar bagi para alumni ITS yang ingin mengembangkan kewirausahaan dan juga bagi alumni yang ingin menempatkan dana berlebihnya. "BMT juga cocok menampung banyak kepentingan secara bagi hasil dengan keuntungan 10 persen dari BMT akan disalurkan untuk operasional ikatan alumni dan pemberian beasiswa," katanya.
Selain itu, BMT "Mentor Bisnis Alumni" juga akan melahirkan entrepreneur- entrepreneur handal, karena peminatnya banyak dan serius. "Fakta di lapangan, banyak alumni yang terjun sebagai entrepreneur dan ingin mengembangkan usahanya, tapi mereka terhambat dengan aturan perbankan," katanya.
Sementara itu, ketua Pengurus BMT MBA ITS, Rudy Winoto merasa yakin akan mendapat tanggapan positif dari para alumni, karena itu ia menargetkan hingga akhir tahun 2008 akan terhimpun dana alumni sebesar Rp5 miliar. Target itu tidak terlalu berlebihan jika dilihat dari potensi para alumni yang berjumlah di atas 40 ribu orang. Jika asumsinya tiap alumni menyetor dana simpanan pokok sebesar Rp1 juta ditambah dengan simpanan sukarela dan penyertaan modal atau simpanan khusus, maka target Rp5 miliar Insya-Allah mudah tercapai," katanya.(Ant) |