BAITUL MAAL WAT TANWIL MENTOR BISNIS ALUMNI ITS

PERJALANAN BARU 

 

Rekan-rekan anggota BMT Mentor Bisnis Alumni ITS yang berbahagia, dengan tidak mengenal lelah, disertai keseriusan yang luar biasa dan keikhlasan para penggagas mentorbisnis yang diprakarsai oleh cak Sugi dan cak Naryo, peserta mentor bisnis telah berhasil memulai sebuah langkah penting untuk menjadi entrepreneur dengan mendirikan BMT MBA ITS. Untuk kilas balik, agar kita tidak lupa darimana kita mulai tumbuh sehingga kedepan kita menjadi semakin kuat, kita coba mengingat kembali sebuah email undangan untuk hadir pada acara mentorbisnis tgl 29 februari 2008 yll, serta berbagai cuplikan perbincangan dibawah ini. Impiannya waktu itu adalah terbentuknya sebuah komunitas bisnis yang terdiri atas pebisnis-pebisnis alumni ITS, yang terus saling asah, kuat dan bisa dipercaya, dalam rangka melahirkan, membina dan memperkuat entrepreneur- entrepreneur ITS. Sebagai salah satu bidang kegiatan IKA ITS. Read More

 


Berita BMT

Launching BMT

Ikatan Alumni (IKA) Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) mendirikan lembaga keuangan syariah yaitu Baitul Maal wa Tammwil (BMT) Mentor Bisnis Alumni ITS (MBA ITS).

Pendirian BMT IKA ITS menjelang Hari Koperasi ke-61 itu diresmikan pembantu Rektor IV ITS yang mewakili Rektor ITS Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD dihadapan 100 lebih alumni dan pengusaha ITS di Jakarta, Jumat (11/7). "Pendirian lembaga syariah itu diberlatarbelakangi fakta tentang pertumbuhan lembaga keuangan syariah yang mengalami perkembangan cukup signifikan," kata Ketua Dewan Pengawas BMT MBA ITS, Sunaryo Suhadi.

Ia berharap, alumni ITS yang kesulitan pendanaan bagi pengembangan bisnisnya, atau kesulitan untuk menempatkan dananya bagi kepentingan yang

lebih baik dan bermanfaat, bisa mendapatkan tempat. Senada dengan itu, Wasekjen Pengurus Pusat IKA ITS Muhammad Nafik Hadi Ryandono mengatakan pendirian BMT itu cukup mudah dan manajemen-nya juga sederhana. Pendiriannya cukup mudah dengan hanya melalui badan hukum jasa keuangan syariah, sedang manajemen yang diberlakukan pun cukup sederhana, serta itung-hitungan yang tidak mendasarkan pada bunga, melainkan sistem bagi hasil yang adil bagi pemberi pembiayaan maupun penerima pembiayaan," katanya.

Menurut alumni ITS yang pakar Ekonomi Islam dan sekaligus Pengawas BMT itu, pendirian BMT BMA itu diyakini akan menjadi jalan keluar bagi para alumni ITS yang ingin mengembangkan kewirausahaan dan juga bagi alumni yang ingin menempatkan dana berlebihnya. "BMT juga cocok menampung banyak kepentingan secara bagi hasil dengan keuntungan 10 persen dari BMT akan disalurkan untuk operasional ikatan alumni dan pemberian beasiswa," katanya.

Selain itu, BMT "Mentor Bisnis Alumni" juga akan melahirkan entrepreneur- entrepreneur handal, karena peminatnya banyak dan serius. "Fakta di lapangan, banyak alumni yang terjun sebagai entrepreneur dan ingin mengembangkan usahanya, tapi mereka terhambat dengan aturan perbankan," katanya.

Sementara itu, ketua Pengurus BMT MBA ITS, Rudy Winoto merasa yakin akan mendapat tanggapan positif dari para alumni, karena itu ia menargetkan
hingga akhir tahun 2008 akan terhimpun dana alumni sebesar Rp5 miliar. Target itu tidak terlalu berlebihan jika dilihat dari potensi para alumni yang berjumlah di atas 40 ribu orang. Jika asumsinya tiap alumni menyetor dana simpanan pokok sebesar Rp1 juta ditambah dengan simpanan sukarela dan penyertaan modal atau simpanan khusus, maka target Rp5 miliar Insya-Allah mudah tercapai," katanya.(Ant)

 

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday53
mod_vvisit_counterYesterday115
mod_vvisit_counterThis week926
mod_vvisit_counterThis month577
mod_vvisit_counterAll39350